Kamis, 06 Maret 2014

pantun nasib

betapa putih bunga melati
makan bubur di atas kasur
betapa sedih hatiku ini
melihat rumah hancur tergusur

pergi sekolah mampir ke cimahi
depan bukit melihat ilalang
mungkin sudah takdir sang ilahi
badan sakit tinggal tulang

tidak salah bunga lembayung
salahnya pandan menderita
tidak salah bunda mengandung
salahnya bapak buruk pinta

pagi ini bibi ke pasar
terbang belibis lari ke sarang
hari ini menjadi gusar
barang habis dicuri orang

orang padang mandi digurun
mandi berurai bunga lada
hari petang matahari turun
dagang berurai air mata

air dalam bertambah dalam
hujan dihulu belum lagi teduh
hati dendam bertambah dendam
dendam dahulu belum lagi sembuh

ikan arwana bersisip delapan
satu terjepit dahan cempaka
sudah nasib sudah suratan
ibu sakit ayah di Pe-HA-KA

dari sabang sampai manuk
wari
burung balam berkawan-kawan
sungguh sayang hidup sendiri
ku malkam tidak berteman

pantun berkasih kasihan

rasa manis rasa masam
pohon tebu di jadikan gula
adikku manis jangan muram
avang datang menawarkan cinta

pisang setandan masak sesisir
makanlah ia dengan kelapa
kalau tuan memang naksir
cobalah tuan sendiri bertanya

dari mana punai melayang
dari sawah turun ke padi
dari mana kasih dan sayang
dari mata turun ke hati

bagaikan katak dalam tempurung
kemana-mana selalu tak bisa
mengapa kakak terlihat murung
apa gerangan penyebabnya

anak orang pandang panjang
singgah lalu nan ke bukit tinggi
membawa kain dengan baju
kalau adik menjadi elang
kanda menjadi pohon tinggi
di udara kita bertemu

bunga melur cempaka biru
bunga rampai di dalam puan
tujuh malam semalam rindu
belum sampai pada mu tuan

di tanah abang terjadi topan
banyak sampah terbang kemana-mana
wajah abang memang tak tampan
tapi sumpah abang setia

sarang garuda di pohon beringin
buah kemuning di dalam puan
sepucuk surat di layangkan angin
putih kuning sambutlah tuan
buah kemuning di dalam puan
dibawa dari indragiri
putih kuning sambutlah tuan
sambutlah dengan si tangan kiri

dendang satu, dendang dua
pucuk periuk perendangan
entah makan, entah tiada
asalkan duduk berdampingan

jalan lurus menuju tuban
terus pergi mengangkat peti
badan kurus bukan tak makan
tapi karena memikirkan si jantung hati

pantun jenaka

bersama pramuka mencari api
jelang gelap memerlukan obor
ayah tertawa tak henti-henti
melihat mama bergoyang ngebor

berderak-derak sangkutan dacing
bagaikan putus di impit lumpang
bergerak-gerak kumis kucing
melihat tikus bawa senapan

pohon padi daunnya tipis
pohon nangka berbiji lonjong
adikku budi sukanya menangis
kalau tertawa giginya ompong

sarapan pagi pakai tempe
siang dikit pakai jagung
tampangnya sih memang oke
tapi sayang otaknya linglung

pohon manggis pohon embancang
ketiga dengan pohon lulita
duduk menangis abang pincang
katanya jalan tidak rata

kertas lima menjadi robek
bawa ikan hilang semalam
lepas sudah gigi kakek
setelah makan tulang ayam

limau purut ditepi rawa
buah dilanting belum masak
sakit perut sebab tertawa
melihat kucing duduk berbedak

jari manis tempatnya cincin
bensin naik mahal harganya
adikku manis tak bisa bersin
bersin sekali keluar ingusnya

membawa beras berisi kolak
ada tikus masuk ke kolong
teman sekelas tergelak-gelak
melihat si agus bercelana bolong

kupu-kupu terbang melintang
hinggap menghisap bunga layu
hati di dalam menaruh bimbang
melihat ikan memanjat kayu

anak beruk di rumpun salak
jaduh duduk di atas genta
riuh kerbau tergelak-gelak
melihat beruk berkacamata

pantun berduka cita

raja dan patih sedang berselisih
raja hutqn penguasa tunggal
siapa saja akan sedih
jika ditinggal ayah meninggal

hujan tak reda semua jadi basah
basah kuyup matahari redup
hati gunda, resah dan gelisah
hidup sendiri rasanya tak sanggup

lurus jalan ke payahkumbu
kayu jati bertimbal jalan
dimana hati tidaklah risau
ibu mati bapak berjalan

kaca hitam berbentuk bundar
sebab lengah pecah tertendang
kala hujan hatiku gusar
sebab ayah belum lagi pulang

sungguh menawan si bunga sepatu
harum semerbak berwarna kelabu
sungguh kasihan anak yatim piatu
tak punya bapak dan tak beribu

mangga muda dimakan rusa
kera bermain batang ilalang
karena lama tak bersuara
kuingin segera pulang

memetik manggis di kota kedu
membeli tebu uangnya hilang
menanggis adik tetsedu-sedu
mencari ibu belum juga datang

seorang pengemis duduk berteduh
bawa bekal habis tinggal satu
duduk menangis aku tersedu-sedu
karena ditinggal ayah dan ibu

harimau pergi ke tanah lapang
menggeliat cacing di semak belukar
hatiku sedih bukan kepalang
melihat orang tua selalu bertengkar

mencari bunga berwarna putih
burung angsa indah sayapnya
hati siapa takkan sedih
hidup terpisah sahabat lama

buaya serang ikan gurita
gagal dimangsa keluarkan tinta
dia memang sangat menderita
sebab ditinggal mama dan papa tercinta

salak mana yang paling manis
mangga tinggal satu hilang dicuri
anak mana yang takkan menangis
jika ayah dan ibu memarahi

ahmad mengikat ikan lohan
di bawa pergi ke negeri batam
melihat mereka aku tak tahan
sungguh mengerikan bencana alam

buah kudu jatuh ke semak
mangga muda dimakan rusa
aku rindu ibu dan bapak
karena lama tidak bersua

lalat biru selalu pergi
mencari tulang dibawa terbang
kulihat ibu selalu sedih
menanti ayah tak kunjung datang

pantun suka cita

beli baju bercorak jingga
cari pepaya di tengah sawah
aku bersorak tanda bahagia
melihat ayah bawa hadiah

buah manggis rasanya manis
buah salak hilang di sawah
jangan menangis adikku manis
kakak datang bawa hadiah

amat datang ajak berenang
nangka subur dekat telaga
semua anak berlomba riang
karena berlibur ke jakarta

berenang di sungai panjang
menegakkan layar ke udara
hati senang bukan kepalang
mengerjakan PR benar semua

pohon bambu pohon selasih
dikerat di atas batu bara
kukirim surat pelipur lara
hilangkan duka dan rasa sedih

burung merpati burung dara
terbang menuju angkasa luas
hati siapa takkan gembira
karena aku naik kelas

dikerat di atas batu bara
dua-dua di ikat jadi satu
kukirim surat pelipur lara
semoga ibu sehat, gembira selalu

nonton televisi film india
ada unggas berwarna merah
hati kini sangatlah gembira
naik kelas dapat juara

lina gemuk membuka kedai
menjual ember dengan pasu
bertepuk adikku pandai
boleh di upah dengan air susu

di bawa itik pulang petang
dapat di rumput bilang-bilang
melihat ibu sudah datang
hati cemas jadi hilang

Rabu, 19 Februari 2014

Puisi pak guru

Kala mentari muncul
Kau kayuh sepeda tuamu
Menempuh jalan yang berliku
Mengejar ketepatan waktu

Kala mentari menyengat kulit
Kau kayuh sepeda tuamu
Lapar dahaga menjadi satu
Tapi tak kau hiraukan hal itu
Demi anak didik lebih maju

Itulah pengapdianmu
Wahai bapak guruku
Jasa-jasamu yang luhur itu
Tak dapat kulupakan
Sepanjang hidupku

Karya: ashadi
Dikutip dari gatotkaca, 20 nopember 1981

Selasa, 18 Februari 2014

Diponerogo

Dimana pembangunan ini
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuap menanti
Tak gentar lawan banyaknya seratus sekali
Pedang di kanan keris di kiri
Berselampang semangat yabg tak bisa mati

Maju
Ini barisan tak bergenderang berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu
Sekali berarti
Sudah itu mati
Maju
Bagimu negeri
Menyediakan api
Punah diatas menghambah
Binasa di atas ditinda
Sungguhpun dalam ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Maju
Serbu
Serang
Terjang

Karya: khairul anwar
Sumber kerikil tajam

Translate inggris

Where this development
Mr. alive again
And the embers into flame amazed

In front of all awaits tuap
Undaunted many hundred opponents once
Sword in right dagger on the left
Berselampang yabg spirit can not die

Advanced
This sequence was bergenderang berpalu
Confidence invaded mark
All means
Already was dead
Advanced
For you country
Provide fire
Extinct above menghambah
Perish above ditinda
Even though the new death reached
If life must be tasted
Advanced
Advanced
Assault
Attack
Lunge

Works: Khairul Anwar
Sources sharp gravel

Ratapan anak yatim

Kala semuanya berangkat ke sekolah
Dia duduk termenung sendiri
Dalam hati dia bertanya
Mengapa hidupku seperti ini?

Kian lama sang ayah tlah tiada
Ibunya pun sudah renta
Tiap pagi dia bekerja
Mencari nafkah penyambung nywa

Anak sekecil itu
Tidak lagi bisa menikmati waktu
Hari-hari dia jalani
Penuh dengan penderitaan diri

Tuhan ....
Panjatnya dalam sebuah doa
Mengapa aku tak bisa seperti mereka
Mengapa keburu kau panggil ayah

Karya: ipin as

Translate inggris

When everything went to school
He sat pensively alone
Inwardly he asked
Why is my life like this?

Wherever father growing old nothing
Her mother was already frail
Every morning he works
Seeking a living connective nywa

Young boy
No longer able to enjoy time
The days he lived
Full of suffering self

God ....
Panjatnya in a prayer
Why I can not like them
Why do you call father hurried

Works: ipin as

Cita-cita

Aku ingin jadi orang berguna
Belajar dengan penuh setia
Belajar dengan sekuat tenaga
Berjuanh sekuat-kuatnya

Aku ingin jadi orang budiman
Berbica dengan lemah lembut
Bersikap dengan sopan santun
Bergaul dengan ramah tamah

Aku ingin jadi orang mulia
Berjasa pada bangsa dan negara
Barbakti pada ibu dan bapak
Bertakwa kepada tuhan yang maha esa

Dikutip dari: bahasa indonesia 4b, depdikbud.

Hayatilah sayang

Hayati, rasa serta renungkan
Duka mahapedih sedalam samudra
Oleh gelombang tsunami yang gemuruh menerjang
Yang merenggut memporak-porandakan segalanya

Semoga, dengan semua itu
Terketuklah pintu hatimu
Untuk ikhlas berbagi
Menyantuni
Merawat dan merengkuh penuh kasih sayang
Mereka yang kini melunta
Seraya engkau pun merasa perlu berpuasa
Dari menempuh hidup hidup sekedar berhura-hura

Berbahagialah kita
Yang mampu mengambil hikmah
Atas musibah
Yang datang melanda

Karya: yant mujiyanto
Dikutip dari: indonesia mebangis, 2005

Tahajud

Di malam yang hening dan sepi
Aku terbangun seorang diri
Kuambil air wudu untuk bersuci
Aku ingin menghadap sang ilahi

Ya, alloh...
Kuharapkan diriku yang hina ini
Kuserahkan hidup dan matiku
Kuserahkan kepada-Mu
Kuserahkan kepada kehendak-Mu

Ya, alloh...
Berilah aku kekuatan iman
Berilah aku ketabahan
Berilah aku kemudahan jalan
Untuk menghadapi masa depan penuh harapan

Karya: anindhiya ulhaq
Dikutip dari: bahasa indonesia kelas 4

Sahabatku

Papa,
Sebelum pesta berlangsung
Izinkan aku menengok ke belakang
Di sana sahabatku yang miskin
Hidup dengan berjualan koran

Papa,
Dia teman sekelasku
Juga lulus dalam ujian
Nilainya yang tinggi
Sangat kusayangkan

Kini
Aku minta kesediaan papa
Menyerahkan biaya pestaku
Untuk meringankan ongkos
Masuk sahabatku si SMA

Sumber: antologi puisi indonesia
Modern anak-anak, 2003

Surat dari ibu

Pergi ke dunia luas, anakku sayang
Pergi ke hidup bebas!
Selama angin masih angin buritan
Dan matahari pagi menyinar daun-daunan
Dalam rimba dan padang hijau

Pergi ke laut lepas, anakku sayang
Pergi ke alam bebas
Semala hari belum petang
Dan warna senja belum kemerah-merahan
Menutup pintu waktu lampau

Jika bayangan telah pudar
Dan elang laut pulang ke sarang
Angin bertiup ke benua
Tiang-tiang akan kering sendiri
Dan nahkoda sudah tahu pedoman,
Boleh engkau datang padaku!

Kembali pulang, anakku sayang
Kembali ke balik malam!
Jika kapalmu telah rapat ke tepi
Kita akan bercerita
"tentang cinta dan hidupmu pagi hari"

Karya: asrul sani
Dikutip dari: bahasa indonesia kelas 5A SPK.

Senin, 17 Februari 2014

Belajar membuat pantun dengan mudah dan indah

Pantun termasuk salah satu jenis puisi lama. Dengan demikian cara menyusun pantun sebenarnya sama dengan cara membuat puisi. Kalaupun ada perbedaan hanya sedikit, yaitu hanya terletak pada irama persajakannya saja.

Ada beberapa langkah untuk membuat pantun, yaitu:
1. Tentukan tema pantun terlebih dahulu
Kita bisa memilih tema pantun, misalnya pantun jenaka, pantun nasehat atau pantun agama dan sebagainya.
2. Buatlah isi pantun sebelum membuat sampiran
3. Setelah isi pantun dudah jadi, maka buatlah pantun dengan cara menyamai irama persajakannya dengan isi pantun
4. Koreksilah pantun jika sudah jadi

Dari langkah-langkah sebagaimana diatas, sekarang marilah kita belajar menyusun nasehat pantun. Langkah-langkah yang harus di tempuh adalah:
1. Membuat isi pantun
Misalnya kita membuat isi pantun:
Jangan berlagak sok jagoan
Kalau berani tunjukan kepintaran
2. Membuat sampiran pantun
Membuat sampiran pantun bisa dilakukan dengan cara:

a. Mencari kata-kata yang bunyi sajak akhirnya sama dengan kata-kata terakhir yang terdapat dalam isi pantun.
Sekarang kita cari kata-kata yang sesuai dengan kata "jagoan" dan "kepintaran", yaitu yang berakhiran "an" dan berakhiran "ran". Yang sesuai dangan kata jagoan misalnya kata "jajan", "comberan", " perempuan dan seterusnya. Dari kata-kata tersebut pilih salah satu kata yang mudah bila di rangkai dalam bentuk kalimat. Sekarang kita cari kata yang sesuai dengan kata yang sesuai dengan kata "kepintaran", misalnya "ketakutan", "gemeteran" atau "kehampaan" dan seterusnya. Dari kata-kata tersebut pilih salah satu.
Sekarang kita tetapkan, yang dipilih kata:
Jagoan=coberan
Kepintaran=gemeteran

b. Setelah ditetapkan kata-katanya, maka selanjutnya kata-kata tersebut disusun menjadi kalimat yang baik dan dapat dimengerti.
Perlu diketahui bahwa pantun yang baik adalah pantun yang sampirannya terbentuk dari kalimat yang lain ada kaitannya dan bersambung.
Sekarang mari kita coba menyusun dua buah kalimat. Kalimat pertama berakhiran "comberan" dan kalimat uang kedua berakhiran "gemeteran". Ada beberapa kalimat uang bisa kita pilih, misalnya:
1. Jalan-jalan terperosot kecomberan
Kaki kesemutan karena gemeteran
2. Buah duku jatuh kecomberan
Saat memanjak pohon kaki gemeteran
3. Macam galak terperosot kecomberan
Mau berlari kaki gemeteran

Ketika kalimat diatas sudah nisa dijadikan pantun. Namun dari ketiganya ada yang lebih baik dari yang lain.
Sekarang mari kita rangkai ketiga kalimat menjadi sebuqh pantun.

Pantun pertama
Jalan-jalan terperosot ke comberan
Kaki kesemutan karena gemeteran
Jangan berlagak sok jagoan
Kalau berani tunjukkan kepintaran

Keterangan:
Pantun diatas hanya bersajak akhir, sementara di bagian tengah hanya ada beberapa kata yang sesuai.

Pantun kedua:
Buah duku ke comberan
Saat memanjat pohon kaki gemeteran
Jangan berlagak sok jagoan
Kalau berani tunjukkan kepintaran

Keterangan:
Pantun kedua ini hanya bersajak di akhir kalimat sementara tengahnya tidak ada sajaknya sama sekali.

Setelah pantun sudah diselesaikan, langkah terakhir adalah mengkoreksi pantun yang sudah jadi. Caranya, kita harus membacanya lagi berkali-kali. Jika ada kata-kata yang kurang pantas gantilah dengan kata yang lain yang lebih pantas. Setelah itu kita bisa minta kepada orang lain untuk mengkoreksinya

Caranya bagaimana?.
Kita baca pantun itu dengan suara keras kemudian orang lain yang mendengar suruh mereka menilai. Apakah pantun itu sudah baik atau belum. Kalian kita sadar bahwa sebuah pantun yang menurut kita baik, belum tentu bagi juga orang juga baik. Tetepi bagaimanapun juga minta tolong meminta tolong kepada orang lain untuk mengkoreksi hasil karya kita itu adalah langkah positif. Namun kita harus terbuka menerima kritikan orang lain.

Jika orang lain menilai kurang baik, tanyalah segi mana yang kurang baik lalu cobalah untuk mamperbaiki. Hindari perasaan marah kalau orang lain menilai karya kalian jelek. Ingat, orang yang baik dan yang akan berhasil adalah mereka yang mau terbuka dengan kritik yang membangun dan akan berusaha semaksimal mungkin memperbaiki hasil karyanya yang kurang sempurna.

Menggunakan kata-kata sinonim untuk membuat puisi

Sinomim adalah persamaan arti kata. Atau sinonim adalah dua kata atau lebih yang bentuknya berbeda namun namun mempunyai arti yang sama atau hampir sama.

Dalam puisi kata sinonim sangat di perlukan, gunanya adalah untuk menambah kesan keindahan dalam kata. Dengan melihat kata sinonim pun membuat puisi bisa menjadi lebih mudah.

Cara menyusun puisi dengan menggunakan kata sinonim adalah sebagai berikut:

1. Buatlah puisi sederhana dengan bahasa biasa saja
2. Rubahlah kata-kata yang kurang indah dengan kata sinonimnya yang terkesan indah
3. Koreksilah puisi bila sudah jadi

Perhatikan contoh puisi berikut ini:

Rindu ibu

Aku rindu kepadamu ibu
Selama tiga minggu aku tak pulang
Kerinduanku pun terbawa mimpi
Bertemu dengan mu ibu ku terkasih

Waktu malam kadang aku menangis
Merasakan rindu yang tak pernah habis
Tapi aku harus sabar menanti
Aku akan pulang saat liburan nanti

Puisi diatas sebenarnya sudah bagus, namun akan lebih bagus jika sebagian kata-katanya ada yang kita ganti dengan kata sinonimnya yang lebih indah. Puisi diatas di rubah menjadi:

Rindu bunda

Keriduan kepadamu bunda
Selama tig pekan ku tak bertandang
Kerinduanku pun menjelma jadi mimpi
Bertemu denganmu ibundaku terkasih

Kala malam kadang aku menangis
Menahan rindu yang tak pernah kikis
Tapi aku harus sabar menanti
Aku akan pulang saat liburan nanti

Minggu, 16 Februari 2014

Belajar membuat puisi dengan mudah dan jelas

Langkah-langkah menyusun puisi di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Memilih tema puisi
2. Membuat judul puisi
3. Mengumpulkan kata-kata yang indah
4. Menyusun kata-kata menjadi kalimat
5. Mengkoreksi puisi yang sudah jadi

A. Memilih tema puisi
Tema puisi adalah pokok masalah yang akan dibicarakan. Sebelum menginjak lebih jauh membuat puisi kita harus menentukan tema apa yang ingin kita angkat atau kita bahas dalam puisi itu.

Banyak sekali teme-tema bisa kita gunakan untuk menyusun puisi. Misalnya tema tentang keindahan, tentang persahabatan, tentang perang, dan masih banyak lagi tema-tema yang lainnya.

Tema dalam puisi bisa kita dapatkan memulai pengalaman pribadi, bisa dari pengamatan, atau bisa pula di dapat dari hasil perenungan (imajinasi)

B. Membuat judul puisi
Setelah tema sudah di tetapkan, langkah berikutnya adalah membuat judul. Antara judul dengan tema harus sesuai. Jangan sampai judul menyimpang dari isi tema puisi yang dibahas.

Manfaat judul puisi diantaranya adalah:
a. Sebagai gambaran sekilas tentang tema yang terdapat dalam puisi. Ketika seorang pembaca melihat judul sebuah puisi setidak-tidaknya mereka sudah mengetahui tema apa yang terdapat dalam puisi tersebut. Misalnya judul puisi "indahnya desaku", maka pasti tema itu adalah tentang keindahan alam.
b. Sebagai pembatas tema yang terdapat dalam puisi. Tema dalam puisi sebenarnya sifatnya masih terlalu luas dan umum. Untuk itu harus diberi batasan supaya pembahasannya tidak terlalu luas.
Judul yang baik dalam puisi adalah mengunakan kumpulan kata yang singkat namun padat. Jangan sekali-kali membuat judul puisi dalam bentuk kalimat yang panjang. Judul puisi bisa menggunakan nama benda atau nama orang.

C. Mengumpulkan kata-kata yang indah

Keindahan puisi adalah terletak pada kata-katanya. Makanya kalau membuat puisi pandai-pandai menggunakan kata-kata indah agar puisi yang kita buat menjadi puisi yang baik.
Kata-kata yang indah sering disebut kata-kata puitis. Kata puitis adalah kata-kata yang mempunyai nilai keindahan yang tinggi dan makna yang mendalam.
Dalam mengumpulkan kata-kata yang puitis ini tentu kita harus menyesuaikan antara kata-kata yang kita kumpulkan itu dengan tema yang sudah di tetapkan. Misalnya jika tema puisi yang di tetapkan adalah masalah keindahan suasana desa, maka kata-kata puitis yang kita kumpulkan harus menceritakan tentang keindahan alam yang berada di pedesaan.

D. Menyusun kata-kata indah dalam kalimat

Setelah kata-kata indah sudah didapat, selanjutnya merangkai kata-kata tersebut hingga menjadi sebuah kalimat yang enak didengar. Jika kalimat-kalimat tersebut dirasa belum enak dibaca atau belum menunjukkan keindahan bahasanya, maka kita bisa mengganti sebagian kata dengan kata sinonimnya yang lebih terkesan indah.

Kenidahan puisi bukan hanya terletak pada keindahan kata demi kata saja, namun juga terletak pada irama persajakannya. Makanya kalau bisa, jika kalimat demi kalimat sudah tersusun indah, usahakan persajakan akhirnya mempunyai kesesuaian.

Sekarang perhatikan contoh berikut:
Anakku sayang
Jangan bangun waktu siang
Lihatlah matahari sudah terasa panas
Ingat, jalan hidupmu masih jauh
Anakku
Jalan hidup yang akan kau jalani
Masih jauh sekali
Jangan sesekali mengeluh

Sebenarnya puisi diatas sudah indah. Tetapi akan menjadi lebih indah jika sebagian kata-katanya kita ganti sehingga irama persajakannya sesuai.

E. Mengkoreksi puisi yang sudah jadi

Kita tidak boleh bangga terlebih dahulu jika puisi sudah selesai kita susun. Langkah terakhir yang harus kita tempuh demi kebaikan kita adalah puisi itu harus dikoreksi dan teliti lagi barangkali masih ada kata-kata yang masih butuh pembenahan. Langkah seperti ini disebut revisi.

Langkah-langkah mengkoreksi puisi bisa kita lakukan dengan jalan:
1. Membaca kalimat secara berulang-ulang
2. Mencari kata-kata yang kurang indah dan menggantinya dengan kata yang lebih indah.
3. Bila perlu, bacakan puisi itu dihadapkan orang lain, seperti dihadapan teman, saudara, atau dihadapan orabg tua.
Suruhlah mereka menilai puisi yang kita buat.
4. Menerima kritikan dari orang lain, kalau memang itu demi perbaikan.

Sabtu, 15 Februari 2014

Belajar memahami puisi

Memahami puisi tidak semudah memahami.karangan prosa. Hal ini dikarenakan kata-kata dalam puisi banyak mengandung kata kiasan dan simbol-simbol yang semuanya bukan merupakan arti yang sebenarnya. Disini kita akan mempelajari tentang bagaimana cara memahami sebuah puisi hingga kita tahu arti.yang terkandung dalam puisi tersebut.

Untuk membantu bagaimana cara memahami makna dan arti yang terkandung dalam puisi, ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu dengan mengartikan kata-kata yang sulit, dan mengubah puisi dalam bentuk karangan bebas (karangan prosa)

A. Mengartikan kata-kata sulit dalam puisi

Bahasa yang biasa digunakan dalam puisi adalah bahasa kiasan yang tidak mwnunjukkan arti yang sebenarnya. Bahasa kiasan yang terdapat dalam puisi biasanya menggunakan bahasa konotasi dan bahasa majas. Biasanya tingkat kesulitan dalam memahami puisi adah karena kita tidak tahu arti bahasa konotasi dan bahasa majas tersebut. Jika sudah bisa memahami kedua bahasa arti bahasa itu pasti kita dapat mengerti tentang arti sebuah puisi. Nah, bagaimana caranya agar kita tahu arti bahasa kiasan dalam puisi?
Langkah pertama carilah kata-kata yang di anggap sulit, lalu cari arti kata-kata tersebut dalam kamus. Melihat arti dalam kamus. Dengan melihat arti dalam kamus setidak-tidaknya bisa membantu kita untuk memahami arti sebuah puisi.

Selanjutnya, perhatikan contoh berikut ini:

Selamat jalan pahlawan
Kukirim doa
Untuk kusuma bangsa
Padamu putra-putri tercinta
Engkau berdaya upaya, berjuang
Menyelamatkan para penumpang
Bergelut dengan badai dan bara
Sampai pada akhirnya
Nyawamu kau korbankan
Keluarga kau tinggalkan
Dengan penuh haru kuucapkan
Selamat jalan pahlawan
Semoga arwahmu
Diterima tuhan

Keterangan:

Dalam puisi diatas, kata-kata yang dicetak miring dan tebal termasuk kata-kata konotasi dan majas yang tidak mempunyai arti sebenarnya. Semua kata-kata yang cetak miring dan tebal mempunyai arti kiasan yang tidak sesuai dengan apa yang terkandung dalam kata-kata aslinya. Agar bisa memahami dengan benar arti puisi diatas, kata-kata yang sulit itu harus di cari artinya.

Sekarang mari kita teliti arti kata puisi diatas.
1. Baris pertama terdapat kalimat "kukirim doa"
Kata "kukirim doa" adalah kata majas yang berarti "aku berdoa"11
2. Baris kedua teerdat kata "kusuma bangsa"
Kata "kusuma bangsa" adalah kata kiasan yang artinya pahlwanq

3. Baris keempat terdapat kata "berdaya upaya" kata "berdaya upayaa" adalah kata kiasan yang berarti "berusaha"

4. Baris keenam terdapat kata "badai dan bara"
Kata "badai dan bara" adalah kata perumpamaan yang berarti berbagai rintangan dalam perang. Badai adalah angin ribut, sementara bara adalah api. Antara badai dan api sama-sama merupakan hal yang sulit untuk.di taklukkan. Kedua kata tersebut sangat cocok.digunakan untuk melukiskan keadaan medan peperangan.

B.mengubah puisi ke dalam bentuk karangan bebas (parafrase)

Cara kedua untuk memahami puisi adalah dengan cara parafrase. Parafrase adalah mengubah bentuk puisi ke dalam bentuk karangan prosa.

Perlu diketahui bahwa selain menggunakan bahasa kiasan, puisi juga sering menggunakan kata-kata yang dirasakan kurang enak di dengar. Dalam parafrase, kata-kata yang dihilangkan itu munculkan kembali sehingga puisi berubah menjadi bentuk karangan prosa (karangan bebas).

Ketika mengubah puisi menjadi prosa, syarat yang harus dimiliki adalah kita harus tahu arti kata perkata yang ada dalam puisi. Setelah itu kita harus berusaha menemukan kata-kata yang di hilangkan dalam puisi tersebut atau membuat kata-kata baru yang kemudian menyambungkannya hingga puisi itu menjadi sebuah bacaan yang lebih mudah untuk dimengerti.

Selain itu kita juga bisa mengubah kata-kata atau dibolak-balik supaya pengertiannya lebih bisa dimengerti.
Sekarang, perhatikan contoh berikut ini:

Jam dinding

Jam dinding di kamarku
Berbunyi selalu
Hadiah ulang tahun
Dari ibu
Setiap hari jamku berbunyi
Bangunkan aku dari tidurku
Burung kecil disitu
Suaranya merdu
Kikik-kikuk, kikuk.....

Karya: Imelda

Bila diteliti, banyak kata-kata yang dihilangkan dalam puisi diatas. Untuk mengubah puisi itu menjadi prosa, kita tinggal mencari kata-kata lain kemudian digabung hingga puisi tersebut menjadi sebuah bacaan yang mudah difahami.

Sekarang mari kita rubah puisi diatas menjadi karangan prosa.
1. Di baris pertama, kalimat jam dinding di kamarku bisa di tambah kata-kata ada dan dalam. Dengan demikian kalimat jam dinding di kamarku.

2. Pada garis kedua bisa di tambahkan kata yang kemudian susunan kalimatnya dibalik; kata "selalu" di tempatkan didepan kata "berbunyi". Supaya lebih paham, kita juga bisa menambahkan kata-kata baru, misalnya kata "di setiap waktu". Dengan demikian kalimat yang selalu berbunyi berubah menjadi yang selalu berbunyi di setiap waktu.

3. Pada baris ketiga dan kempat bisa kita gabung menjadi satu kalimat. Kita juga bisa menambahkannya dengan kalimat lain, misalnya kalimat "jam dinding itu adalah". Kalimat ini bisa di letakkan di depan. Jika sudah maka baris ketiga dan keempat tersebut akan berbunyi jam dinding itu adalah hadiah ulang tahun dari ibuku.

4. Pada baris jenis kelima, tidak usah kita rubah sebab kalimatnya sudah jelas dan tidak membutuhkan perubahan.

5. Sedangkan pada baris keenam kita bisa memberikan kata-kata "suaranya" di depan kalimat, hingga menjadi suaranya membangunkan aku dari tidurku.

6. Pada baris keenam, sebenarnya ada kata-kata itu atau membuat kata-kata sendiri kemudian kita masukkan kedalamnya.
Misalnya, kita masukan didalam jam itu ada.......
Tapi sebulumnya susunan kalimat dalam puisi tersebut harus kita rubah. Dengan demikian baris keenam akan menjadi kalimat di dalam jam itu ada burung.

7. Di baris ketujuh barang kali kita bisa menambahkan kata-kata "sekali". Dengan demikian kalimatnya akan berbunyi suaranya merdu sekali.

8. Pada baris terakhir kalimatnya kita tetapkan.

Jumat, 14 Februari 2014

Gurindam seloka mantra

A. Gurindam
Gurindam ialah puisi lama yang berbentuk puisi dua seuntai, bersajak terus, yakni a-a. Dalam gurindam, baris pertama adalah syaratnya, sedangkan baris kedua jawabannya. Gurindam yang paling terkenal dalam kesusastraan indonesia adalah "guringam dua belas", karya raja ali haji.

Contoh:

Gurindam dua belas pasal 3
Apabila terpelihara mata
Sedikitlah cipta
Apabila terplihara kuping
Kabar yang jahat tidaklah damping
Apabila terpelihara lidah
Niscaya dapat dari-nya faedah
Bersungguh-sungguh engkau memelihara tangan
Dari segala berat dan ringan
Apabila perut terlalu penuh
Keluarlah fiil yang tidak senonoh
Anggota tangan hendaklah ingat
Disitulah banyak orang yang hilang semangat
Hendaklah pelihara kaki
Daripada berjalan yang membawa rugi

Seloka
Seloka adalah semacam pantun empat seuntai, tetapi berirama syair, yaitu a-a-a-a atau bersajak silang.

Contoh:
Ada seekor birung pelatuk
Cari makan di kayu buruk
Tuan umpama ayam pungguk
Segan mencakar rajin mematuk

Mantra
Mantra adalah sejenis puisi lama yang diyakini mempunyai kekuatan atau kesaktian.
Contoh:
Hai, si gempar alam
Gegap gempita
Jarum besi akan romaku
Ular berbisa akan janggutku
Buaya akan tongkat mulutku

Buaya akan tongkat mulutku
Harimau menderam dipengriku
Gajah mendering akan suaraku
Suaraku seperti bunyi halilintar
..............................................................................

(puisi diatas digunakan untuk membangkitkan keberanian untuk melawan harimau)

Kamis, 13 Februari 2014

Syair

Kata "syair" brasal dari bahasa arab, yaitu"syu'ue" yang berarti perasaan. Ada pula yang mengatakan kata syair berasal dari kata "syi'r" yang bersajak.

Ciri-ciri syair adalah sebagai berikut:
1. Tiap bait terdiri dari 4 baris
2. Bunyi akhir keempat baris itu bersajak terus, yaitu: a-a-a-a
3. Banyaknya suku kata tiap baris hampir sama, yaitu antara 8-16 suku kata.

Macam-macam syair
Syair dibedakan menjadi lima macam, yaitu:
1. Syair panji adalah syair yang menceritakan tentang keadaan yang terjadi dalam istana dan keadaan orang-orang yang berada atau berasal dari dalam istana. Contoh syair panji adalah ken tambuhan yang menceritakan tentang seorang putri bernama ken tambuhan yang dijadikan sebagai persembahan kepada sang ratu kauripan.

2. Syair romantis
Adalah syair yang berisi tentangg percintaan yang biasanya terdapat pada cerita pelipur lara, hikayat, maupun cerita rakyat. Contoh syair romantis adalah syair romantis adalah syair bidasari yang menceritakan tentang seorang putri raja yang telah di buang ibunya. Setelah beberapa lama ia di dicari putra bangsawan (saudaranya) untuk bertemu dengan ibunya. Pertemuan pun terjadi dan akhirnya bidadari memaafkan ibunya, yang telah membuang dirinya.

3. Syair kiasan
Syair kiasan adalah syair yang berisi tentang percintaan ikan, burung, bunga, atau buah-buahan. Percintaan tersebut merupakan kiasan atau sindiran terhadap peristiwa tertentu. Contoh syair kiasan adalah syair burung pungguk yang isinya menceritakan tentang percintaan yang gagal akibat perbedaan pangkat, atau seperti perumpmaan "seperti pungguk merindukan bulan"

4. Syair sejarah
Adalah syair yang isinya berdasarkan peristiwa sejarah. Sebagian besar syair adalah syair tentang peperangan. Contoh syair sejarah adalah syair perang makasar (dahulu bernama syair sipelman), berisi tentang perang antara orang-orang makasar dengan belanda.

5. Syair agama
Syair agama adalah adalag syair yang berisi tentang ajaran-ajaran agama. Syair agama dibagi menjadi empat macam, yaitu (a) sayir sufi, (b) syair tentang ajaran islam, (c) syair riwayat cerita nabi, dan (d) syair nasehat.

Contoh syair:
Syair pesanan ayahanda

Dengar tuan ayahanda berperi,
Kepada anakanda muda bestari,
Jika benar kepada diri,
Nasehat kebajikan ayahanda beri,

Ayuhai anakanda muda remaja,
Jika anakanda mengerjakan raja,
Hati yang betul hendaklah disahaja,
Serta rajin pada bekerja.

Menjalankan kerja janganlah malas,
Zahir dan batin janganlah culas,
Jernihkan hati hendaklah ikhlas,
Seperti air di dalam gelas.

Jika anakanda jadi besar,
Tutur dan kata janganlah kasar,
Janganlah seperti orang sasar,
Banyak orang menaruh.

Tutur yang manis anakanda tuturkan,
Supaya hatinya jangan lari,
Masyurlah anakanda dalam negeri,
Sebab kelaku bijak bestari.

Nasehat ayahanda anakanda fikirkan,
Keliru syaitan anakanda jagakan,
Orang berakal anakanda hampirkan,
Orang jahat anakanda jauhkan.

Setengah orang fakir keliru,
Tidak mengikut pelajaran guru,
Tutut dan kata haru biru,
Kelakuan seperti anjing pemburu.

Tingkah laku tidak kehulu,
Perkataan kasar keluar selalu,
Tidak memikirkan orang empunya malu,
Bencilah orang hilir dan halu.

Itulah orang akalnya kurang,
Menyangka dirinya pandai seorang,
Takabur tidak membilang orang,
Dengan manusia selalu perberang.

Rabu, 12 Februari 2014

pantun

Dari segi bahasa pantun berarti ibarat, seperti, umpama atau laksana. Pantun adalah jenis puisi lama yang dalam satu baitnya terdiri atas empat larik dan bersajak a-b-a-b. Larik pertama dan kedua berupa sampiran, sedangkan larik ketiga dan keempat berupa isi. Sampiran tidak mempunyai maksud, hanya diambil rima persajakan saja. Pantun merupakan bentuk puisi lama yang asli berasal dari indonesia dan merupakan jenis tertua.

Ciri-ciri pantun antara lain:
A. Tiap bait terdiri dari 4 larik/baris
B. Tiap larik/baris terdiri dari 4 atau 5 kata
C. Sajaknya berbentuk a-b-a-b
D. Pantun yang baik tidak saja bersajak akhir namun juga bersajak tengah
E. Baris pertama dan kedua berupa sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat isi pantun

Perhatikan contoh berikut:

Burung merpati burung dara
Terbang menuju angkasa luas
Hati siapa takkan gembira
Karena aku naik kelas

1. Macam-macam pantun menurut bentuknya
Menurut bentuknya pantun dibagi menjadi 4 macam, yaitu:

a. Pantun karmina (pantun kilat)
Ialah pantun yang tiap-tiap baitnya terdiri dari dua baris dan bersajak terus, yaitu a-a. Dalam pantun karmina baris pertama adalah sampiran sedangkan baris kedua berupa isi pantun.
Contoh:
1.ada ubi ada talasnya
Ada budi ada balasnya
2. Sudah gerahu cendana pula
Sudah tahu bertanya pula
3. Sebab pulut santan binasa
Sebab mulut badan binasa

b. Pantun empat seuntai
Ialah pantun yang tiap-tiap baitnya terdiri dari 4 baris.
Contoh:
Kaca hitam berbentuk bundar
Sebab lengah pecah tertendang
Kala hujan hatiku gusar
Sebab ayah belum lagi pulang

c. Pantun talibun
Ialah pantun yang tiap-tiap bait terdiri dari 6,8,10,12 baris dan sajaknya bersilang, yaiti (abc,abc), (abcd,abcd), (abcde,abcde), ( abcdf,abcdf).
Contoh:
Anak seorang padang panjang
Singgah nan lalu ke bukit tinggi
Membawa kain dengan baju
Kalau adik menjadi elang
Kanda menjadi pohon tinggi
Di udara kita bertemu

d. Pantun berkait (pantun rentai)
Ialah pantun seuntai yang baris kedua dan keempat dalam suatu bait menjadi baris pertama dan ketiga dalam bait berikutnya, dan begitu seterusnya.
Contoh:
Tanam melati di rumah-rumah
Ubur-ubur sampiran dua
Kalau mati kita berdua
Satu kubur kita berdua

Ubur-ubur sampiran dua
Tanam melati bersusun tangkai
Satu kubur kita bersama
Kalau boleh bersusun bangkai

2. Macam-macam pantun menurut isinya

Menurut isinya pantun dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:
a. Pantun anak-anak

Pantun anak-anak dibedakan menjadi dua, yaitu:
1). Pantun bersuka cita
Contoh:
Beli baju bercorak jingga
Cari pepaya di tengah sawah
Aku bersorak tanda bahagia
Melihat ayah bawa hadiah
2). Pantun berduka cita
Contoh:
Hujan tak reda semua jadi basah
Basah kuyup matahari redup
Hati gunda, resah dan gelisah
Hidup sendiri rasanya tak sanggup

b. Pantun orang muda
Pantun orang muda di bedakan menjadi:
1). Pantun dagang (nasib)
Contoh:
Orang padang mandi di gurun
Mandi berurai bunga lada
Hari petang matahari turun
Dagang terurai air mata
2). Pantun jenaka
Contoh:
Membawa gelas berisi kolak
Ada tikus masuk ke kolong
Teman sekelas tergelak-gelak
Melihat si agus bercelana bolong
3). Pantun muda, terdiri dari:
- pantun perkenalan
Contoh:
Burung merpati burung kayangan
Melayang terbang atas angkasa
Bunga melati dalam jambangan
Bolehkah kumbang hinggap di sana

- pantun berkasih-kasihan
Contoh:
Bunga melur cempaka biru
Bunga rampai di dalam puan
Tujuh malam semalam rindu
Belum sampai padamu tuan

- pantun perceraian
Contoh:
Malam ini merendang jagung
Malam esok merendang jelai
Malam ini kita berkampung
Malam esok kita bercerai

- pantun beribah hati
Contoh:
Anak orang ditanjung sari
Duduk bersandar di pantai
Tidak sangka akan begini
Pisah dikampung makam hati

c. Pantun orang tua
Pantun orang tua dibedakan menjadi:
1). Pantun nasehat
Contoh:
Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian
2). Pantun adat
Contoh:
Rama-rama si kumbang jati
Khatib endah pulang berkuda
Patah hilang tumbuh berganti
Pusaka tinggal begitu juga
3). Pantun agama
Contoh:
Kemumu di dalam semak
Jatuh melayang selaranya
Meski ilmu setinggi tegak
Tidak sembanhyang apa gunanya

macam-macam puisi

berdasarkan zamannya, puisi dibedakan menjadi dua macam yaitu, puisi lama dan puisi baru.

puisi lama di bedakan menjadi lima macam, yaitu:
1. Pantun
2. Syair
3. Gurindam
4. Seloka
5. Mantra

puisi baru dibedakan menjadi sembilan macam,yaitu:
1. Distikon, yaitu sajak dua seuntai
2. Terzina, yaitu sajak tiga seuntai
3. Kuantren, yaitu sajak dua seuntai
4. kuint, yaitu sajak lima seuntai
5. sektet, yaitu sajak enam seuntai
6. septima, yaitu sajak tujuh seuntai
7. stanza, yaitu sajak delapan seuntai
8. soneta, yaitu sajak empat belas seuntai
soneta adalah bentuk puisi yang betasal dari italia.
pelopor soneta adalah moh. Yamin dan Rustam Effendi
ciri-ciri soneta:

a. terdiri dari 14 baris
b. terbagi atas dua kuantren (oktaf) dan dua terzina (sektet)
c. oktaf sebagai sampiran dan saktet merupakan kesimpulannya.

berdasarkan isinya, puisi dibedakan menjadi enam macam, yaitu:

1. romansa, yaitu puisi yang berisi curahan cinta
2. elegi, yaitu puisi cerita sedih
3. ode, yaitu puisi yang berisi sanjungan kepada seorang tokoh (pahlawan)
4. himne, yaitu puisi berisi doa dan pujian kepada tuhan
5. epigram, yaitu puisi berisi selogan, semboyan, untuk membangkitkan semangat hidup atau perjuangan
6. satire, yaitu puisi berisi kisah atau cerita

Selasa, 11 Februari 2014

Majas dalam puisi

Majas adalah bahasa kiasan untuk melukiskan sesuatu dengan jalan membandingkan, mempertentangkan, mempertaukan, atau mengulangi katanya. Makna yang terkandung dalam majas bukanlah arti yang sebenarnya, namUn merupakan arti kiasan. Tujuan majas adalah untuk miningkatkan suatu kata. Terutama dalam puisi.

Majas dibedakan menjadi beberapa macam,yaitu:

1. Majas perbandingan
Adalah bahasa kiasan yang digunaKan untuk membandingkan dua hal yang sebenarnya berbeda, namun dibanding-bandingkan sehingga dua hal tersebut mempunyai sisi yang kesamaan. Macam-macam majas perbandingan adalah:

a. Personifikasi
Adalah majas yang membandingkan benda-benda tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat seperti manusia atau seperti mahluk yang bernyawa.
Contoh:
Kata-kata itu menusuk hatiku

Kalimat diatas seakan-akan memberitahu bahwa kata-kata itu mempunyai tangan hingga mampu untuk menusuk.

b. Metafora
Adalah majas yang membandingkan dua hal secara singkat dan padat karena dua hal tersebut mempunyai kesamaan sifat.
Contoh:
Perpustakaan adalah gudang ilmu.
Kata "perpustakaan" disamakan dengan "gudang ilmu" sebab antara keduanya mempunyai kesamaan sifat. "perpustakaan" dikatakan sebagai "gudang" sebab perpustakaan memang tempat penyimpana banyak duku. Sementara itu "perpustakaan" dikatakan "gudang ilmu", sebab dalam buku itu sendiri terdapat ilmu.

c. Perumpamaan
Adalah majas yang membandingkan dua hal yang pada hakekatnya berbeda namun di anggap sama. Dalam membandingkan dua hal itu, majas perumpamaan selalu menggunakan kata-kata perbandingan, yaitu:
Seperti,sebagai,ibarat,bak,umpama, laksana dan sejenisnya.
Contoh:
Wajahmu bak rembulan

2. Majas pertentangan
Adalah bahasa kiasan yang mempertentangkan beberapa hal yang menunjukan arti kebalikan.
Macam-macam majas pertentangan adalah:

a. Hiperbola
Adalah majas yang mengandung pernyataan yang berlebih-lebihan dengan maksud untuk memperhebat, meningkatkan kesan yang lebih mendalam.
Contoh:
Saya terkejut setengah mati
Kata "setengah mati" sebenarnya hanya dimaksudkan memperhebat perasaan. "Takut setengah mati" bukan berarti sangking takutnya hingga tubuhnya mati separuh.

b. Litotes
Adalah majas yang ditujukan untuk mengecil-kecilkan kenyataan yang sebenarnya. Majas ini merupakan kebalikan dari majas hiperbola. Tujuan majas ini antara lain adalah untuk merendahkan diri.
Contoh:
Kami hanyalah orang kecil yang tak berarti apa-apa
Kata "orang kecil" dimaksudkan untuk merendahkan diri, bukan sebagai ungkapan yang bermakna orang yang bertubuh kecil.

c. Ironi
Adalah majas yang menyatakan makna yang bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya. Majas ini digunakan biasanya untuk menyindir atau memperolok-olok.
Contoh:
Harum sekali tubuhmu, sampai-sampai banyak lalat yang hinggap
Kata "harum sekali" dalam kalimat itu adalah merupakan sindiran yang artinya "berbau".

3. Majas pertautan
Adalah bahasa kiasan yang digunakan untuk menyandarkan dua hal. Adapun macam-macam majas pertautan antara lain:

a. Metonimia
Adalah yang digunakan untuk menyebut nama sesuatu yang di kaitkan dengan yang lain. Artinya ketika kita menyebut sesuatu, maka arti yang terkandung dalam nama itu adalah hal lain.
Contoh:
Ibu ke jakarta naik merpati
Kata "merpati" dalam kalimat tersebut bukan berarti merpati yang sesungguhnya melaikan adalah nama salah satu pesawat terbang.

b. Sinekdoke
Adalah majas yang digunakan untuk menyebut nama sebagian benda sebagai penganti keseluruhannya, atau sebaliknya.

Contoh:
Sejuta kepala tertunduk sedih
Kalimat "sejuta kepala" artinya bukan berarti ada satu juta kepala yang tertunduk sedih melainkan banyak orang yang tertunduk sedih.

c. Alusio
Adalah majas yang mempergunakan peribahasa atau ungkapan-ungkapan yang sudah umum diketahui , maksudnya oleh banyak orang.
Contoh:
Pak anam itu memang tua-tua keladi
Kata "tua-tua keladi" adalah sebuah ungkapan yang ditunjukan kepada para lelaki yang sudah berumur tua namun tingkahnya masih seperti anak muda.

d. Elipsis
Adalah majas yang didalamnya terdapat penghilangan sebagian kata atau penghilangan jawaban kalimat.
Contoh:
Kakakku ke malang kemarin
Dalam kalimat diatas sebenarnya ada satu kali jabatan kalimat yang dihilangkan, yakni kata "pergi".

e. Inversi
Adalah majas yang disusun dengan membalikan susunan jabatan kalimat.
Contoh:
Menangislah aku
Kalimat diatas sebenarnya adalah "aku menangis".

4. Majas perulangan
Adalah majas yang memanfaatkan perulangan kata yang sebelumnya. Macam-macam majas perulangan antara lain:

a. Aliterasi
Adalah majas yang memanfaatkan kata-kata yang perulangannya berbunyi sama.
Contoh:
Dari dalam danau yang dangkal
Kata-kata "dari", "danau", dan "dangkal" dalam kalimat tersebut mempunyai irama bunyi itu kita gabungkan menjadi satu, maka kesan yang timbul adalah kalimat tersebut nampak menjadi indah.

b. Repetisi
Adalah majas pengulangan kata yang menegaskan, yang di urut dalam baris yang berbeda.
Contoh:
Selamat datang pahlawanku, selamat datang pujaanku, selamat datang bunga bangsaku.
Dalam kalimat tersebut terjadi pengulangan kata "selamat datang" sampai tiga kali. Pengulangan kata yang seperti semacam itulah yang disebut majas repitisi.

Senin, 10 Februari 2014

Sajak dalam puisi

Sajak adalah persamaan bunyi atau persamaan suara. Sajak sering juga disebut rima. Dalam puisi kata-kata yang bersajak sangat diperlukan. Gunanya adalah untuk menumbuhkan nilai keindahan.

Macam-macam sajak

A). Menurut posisinya sajak dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Sajak awal
Sajak awal adalah persesuaian bunyi suku kata yan g terletak di awal kata.

Contoh:
Betapa berat beban derita ini
Menjalani hidup sebatang kara
Kesana kemari selalu sendiri
Tak ada sanak tak ada saudara

Di baris pertama, kata betapa, berat dan beban mempunyai persamaan bunyi di awal suku kata, yaitu sama-sama bersuara be. Sedangkan di baris ketiga, kata kesana dan kemari mempunyai persamaan ke. Adapun baris baris keempat juga mempunyai persamaan bunyi, yakni tak. Susunan yang seperti ini disebut sajak awal.

b). Sajak akhir
Sajak akhir adalah persesuian bunyi suku kata yang terletak di akhir kata.
Contoh:

Kukirim doa
Untuk kusuma bangsa
Padamu putra-putri tercinta
Engkau berdaya upaya, berjuang
Menyelamatkan para penumpang
Bergelut dengan badai dan bara
Sampa pada akhirnya
Nyawamu kau korbankan
Keluarga kau tinggalkan
Dengan penuh haru kuucapkan
Selamat jalan pahlawan
Semoga arwahmu
Diterima tuhan

Irama persajakan akhir pada puisi di atas mempunyai kesamaan bunyi. Kata doa, tercinta dan kata bangsa berakhiran bunyi sama. Begitu juga dengan kata berjuang dan penumpang. Begitu pun seterusnya.

b) menurut kesesuaian suku kata

Menurut kesesuian suku katanya, sajak digolongkan menjadi beberapa bagian, yaitu:

a. Sajak penuh atau sajak sempurna
Yaitu persamaan suku kata terakhir secara penuh.

Contoh:

Kalau tak ada uang di pinggang
Sahabat yang karib menjadi renggang
Bumi berpijak rasa terpanggang
Tangan tak dapat di bawah melenggang

Dalam puisi di atas suku kata terakhir secara penuh berbunyi sama, yaitu gang.

b. Sajak paruh atau tidak sempurna
Yaitu persamaan suku kata terakhir namun tidak secara keseluruhan

Contohnya:
Ayam jago berkokok di atas pagar
Namanya si mulut besar
Kokoknya panjang nyaring sekali
Mengundang lawan untuk berkelahi
Bulunya lurik hitam dan putih
Berkilau ditimpa matahari

Puisi diatas mempunyai irama persajakan suku kata akhir yang sama, tetapi kesamaannya tidak secara keseluruhan.

c. Sajak aliterasi
Yaitu persamaan bunyi pada huruf konsonan pada setiap kata-kata dalam puisi. Kesamaan bunyi sajak ini tidak terletak pada bagian akhir atau bagian depan baris puisi saja namun terletak pada keseluruhan kata demi kata.

Contoh:
Mari kemari dara yang lara
Lupakan sakit yang menjangkit di masa pailit ini
Mari kemari dara yang lara
Sibakkan kabut pagi dengan belaianmu yang lembut

Jika kalian amati puisi diatas persamaan bunyinya kata demi kata. Pada baris pertama kesan yang muncul kalimat itu dikuasai oleh suku kata ri dan ra. Sedangkan pada baris ke dua kalimatnya seperti dipenuhi oleh suku kata it. Begitu juga dengan baris ke empat yang banyak dikuasai oleh suku kata but. Seperti itulah yang dinamakan sajak aliterasi.

d. Sajak asonansi
Yaitu persamaan bunyi pada huruf fokal pada setiap kata-kata dalam puisi. Kesamaan bunyi ini terletak pada bagian akhir atau bagian depan baris puisi saja namun terletak pada keseluruhan kata demi kata. Sajak asonansi merupakan kebalikan dari sajak aliterasi. Kalau dalam sajak aliterasi yang sama adalah bunyi hurup konsonan, maka dalam sajak asonansi yang sama adalah bunyi huruf fokalnya.

Contoh:
Cinta katanya indah
Seperti melati yang baunya wangi
Semerbak kemana-mana
Menaburkan wangi di sepanjang hari

Baris-baris puisi diatas terkesan dipenuhi oleh huruf fokal. Pada baris pertama berbunyi huruf a sangat menonjol. Pada baris kedua bunyi huruf yang menonjol adalah i. Adapun baris ketiga bunyi huruf a yang paling kelihatan. Sedangkan pada baris keempat bunyi huruf i yang paling kelihatan.

e. Sajak rangkai
Yaitu persamaan bunyi huruf fokal pada beberapa suku kata.

Contoh:
Dalam kesabaran membutuhkan kesadaran
Dalam kekayaan akan tumbuh kejayaan

Pada baris pertama kata "kesadaran" bunyi huruf pokalnya mempunyai kesamaan "kesabaran". Begitu juga dengan kata"kekayaan" mempunyai kesamaan "kejayaan".

f. Sajak rangka
Yaitu persamaan bunyi pada huruf konsonan pada beberapa suku kata dalam puisi.

Contoh:
Di simpang jalan samping danau
Seorang renta pontang panting
Sambil membawa sampul dia masih tersenyum simpul
Membangun hidupnya yang sudah porak poranda

Dalam puisi diatas ada kata-kata yang bunyinya sama, yaitu kata "simpang" dan "samping", kata "sampul" dengan "simpul", dan kata "porak" dengan "poranda". Semua kata-kata itu semua sebenarnya berbeda, namun terkesan sama karena bunyi huruf konsonannya sama.

C). Menurut kesesuaian bunyi akhir setiap kata
Jika dilihat dari susunan bunyi akhirannya setiap kata yang terdapat dalam puisi, sajak dibedakan menjadi beberapa bagian, yaitu:

a. Sajak rata atau sajak sama.
Adalah kesesuaian bunyi akhir yang mempunyai rumus a-a-a-a

Contoh:
Dimalam yang hening dan sepi    (a)
Aku terbangun seorang diri         (a)
Kuambil air wudhu untuk bersuci (a)
Aku ingin menghadap sang ilahi    (a)

Bila dilihat puisi diatas mempunyai irama yang sama, yaitu semuanya berakhiran dengan bunyi i

b. Sajak silang atau sajak sengkelang.
Adalah kesesuaian bunyi akhir yang mempunyai rumus, a-b-a-b

Contoh:
Ia yang kini telah datang              (a)
Mendekat padamu ananda          (b)
Sambutlah dengan riang              (a)
Masa muda masa berguna           (b)
Ia yang kini telah datang               (a)
Mendekat membawa harapan        (b)
Isilah dengan semagat juang        (a)
Menuntut ilmu, mempertebal iman (b)

Bila diteliti puisi diatas mempunyai kesamaan sajak akhir secara bersilang. Irama saja pada baris pertama dama dengan baris ketiga, sementara baris kedua sama dengan baris keempat.

c. Sajak kembar atau sajak pasangan.
Adalah kesesuaian bunyi akhir yang mempunyai rumus a-a-b-b

Contoh:
Senja hari di desaku
Langit merah bercampur kelabu
Angin bertiup dengan lirih
Menambah hati semakin pedih

Puisi diatas mempunyai kesamaan bunyi akhir, yaitu baris pertama sajak akhirnya sama dengan baris kedua, sedangkan baris keempat.

d. Sajak pelut atau sajak paut.
Adalah kesesuaian bunyi akhir yang yang mempunyai rumus a-b-b-a

Contoh:
Perasaan siapa takkan nyala
Melihat anak berlagu dendang
Seorang sahaja di tengah padang
Tiada berbaju buka kepala

Beginilah nasib seorang anak gembala
Beteduh dibawah kayu nan rindang
Semenjak pagi meninggalkan kandang
Pulang kerumah di senja kala

Model kesamaan bunyi puisi diatas a-b-b-a, yaitu baris pertama bunyinya sama dengan baris keempat sedangkan baris kedua sama dengan baris ketiga.

e. Sajak patah atau sajak putus
Adalah kesesuaian bunyi akhir yang mempunyai rumus a-a-a-b atau a-b-b-b

Contoh 1:

Betapa bahagianya hati
Setelah lama menanti
Kini kakakku telah kembali
Pulanglah pembawa bahagia

Contoh2:
Pagi ini tampak indah sekali
Seperti biasa kukan berangkat sekolah
Mencari ilmu tuk bekal di hari tua
Supaya kelak tak menyesal adanya

f. Sajak merdeka atau sajak bebas
Adalah sajak yang tidak memakai rumus sebagaimana diatas. Puisi yang yang mengunakan sajak ini biasanya tidak begitu memperhatikan irama persajakan akhir. Dan puisi yang seperti ini seringkali kita jumpai dalam puisi baru.

Contoh:
Sahabat apakah kau tak pernah lelah
Seharian berdiri di jalan-jalan
Dalam hujan debu
Dan asap kemdaraan?

Jika dilihat, puisi diatas mempunyai kesamaan dan kesesuaian irama sajak, baik di awal maupun di akhir. Namun bukan berarti puisi diatas tidak enak didengar. Walaupun tidak persajakan, namun puisi itu tetap indah sebab gaya bahasa yang digunakan adalah bahasa yang mempunyai nilai keindahan dan mempunyai kesan yang mendalam.

Minggu, 09 Februari 2014

Bahasa konotasi dan bahasa simbol

Bahasa yang sering digunakan dalam puisi biasanya meliputi gaya bahasa konotasi dan bahasa simbol.

Bahasa konotasi

Bahasa konotasi adalah bahasa yang mempunyai makna atau arti kiasan. Jadi dalam bahasa konotasi makna yang timbul bukan makna yang sebenarnya. Bahasa konotasi banyak digunakan dalam puisi dengan tujuan untuk menambah kesan keindahan kata.

Perhatikan contoh berikut ini:

Elok rupanya
Sopan tutur katanya
Banyak yang ingin merebutnya
Dialah bunga desa
Luhur pekertinya
Secantik wajahnya

Kata "bunga desa" dalam puisi diatas adalah kata konotasi. Arti kata bunga desa bukan "tanaman bunga yang tumbuh di  desa" akan tetapi berarti gadis yang paling cantik sedesa".

Mengapa dalam puisi dalam puisi di atas menggunakan "bunga desa" tidak menggunakan gadis desa"?. Jawabannya adalah karena kata-kata "bunga desa" itu terdengar lebih indah daripada kata "gadis desa".

Bahasa simbol

Bahasa simbol adalah bahasa kiasan yang digunakan untuk mengambarkan sesuatu. Jadi, untung menggambarkan sesuatu penyair tidak langsung menggunakan bahasa yang jelas tetapi digambarkan dengan simbol. Bahasa simbol banyak digunakan dalam puisi dengan tujuan untuk menambah kesan keindahan kata.

Perhatikan contoh berikut ini:

Pagi di desaku

Bola merah membara
Bersinar sejuk, tenang dan damai
Di upuk timur dia muncul
Menyibak kabut pagi yang redup

Kalimat "bola merah membara" dalam baris pertama puisi diatas adalah merupakan simbol untuk mengambarkan matahari. Dalam puisi diatas matahari di gambarkan sebagai bola raksasa yang berwarna merah menyala. Jadi kalimat itu artinya bukan "bola berwarna merah membara", tetapi artinya adalah "matahari". Digunakannya kalimat ini supaya menambahkan nilai keindahan kata dalam. Bukankah kalimat "bola merah membara" kedengarnya lebih indah daripada kata "matahari"?.

Unsur-unsur puisi dan kata-kata dalam puisi

Unsur-unsur puisi

Unsur-unsur puisi adalah bagian-bagian yang terdapat dalam puisi. Unsur-unsur puisi meliputi:

1. Tema yaitu pokok persoalan yang akan di ungkapkan oleh penyair. Tema ini tersirat dalam keseluruhan puisi

2. Diksi yaitu pilihan kata

3. Rima yaitu pengulangan kata, rima disebut juga sajak

4. Makna arti yang terkandung dalam puisi

5. Amanat, pesan moral yang dapat di petik dari puisi

Kata-kata dalam puisi

Puisi akan menjadi indah apabila di rangkai dengan kata yang indah pula. Maka saat membuat puisi kita harus pandai-pandai memilih kata agar puisi yang kita buat terdengar enak ean terkesan penuh makna. Memilih kata-kata untuk di jadikan puisi disebut diksi.

Setiap kata pasti mempunyai keindahan dan mengandung kesan tersendiri. Antara kata satu dengan kata yang lain mempunyai nilai keindahan dan kesan sendiri-sendiri yang berbeda satu sama lain. Sebuah kata kadang terdengar indah, tetapi ada juga yang biasa-biasa saja. Begitu juga, ada kata itu juga mempunyai kesan yang mendalam, punya kesan yang baik, tapi ada juga punya kesan yang jelek. Kata-kata dalam puisi harus mengandung nilai keindahan yang tinggi dan kesan yang mendalam.

Apa itu pengertian puisi

puisi adalah karangan sastra yang cara penulisannya terikat oleh bait, baris, irama sajak, keindahan kata dan isi.

Dikatakan terikat sebab cara penulisan tidak di ungkapkan secara panjang lebar seperti karangan prosa.

Menulis puisi harus memperhatikan banyaknya baris atau bait dan harus memperhatikan irama pbh    ersajakan suku kata akhir.

Menulis puisi juga harus memperhatikan kata-kata. tidak semua kata-kata bisa digunakan dalam puisi.

Kata-kata dalam puisi tidak di atur secara acak-acakan, tetapi harus di atur secara teratur.

Kata-kata yang dipilih dalam puisi harus indah dan bunyi sajak akhir kalimatnya pun harus sesuai antara satu dengan yang lainnya.

Perhatikan contoh puisi berikut ini:

Rafi, anakku sayang
Jangan bangun kala siang
Lihatlah mentari sudah terang
Jalan hidupmu masih panjang
Sayang....

Indah bukan kata-kata puisi diatas?? jadi, kita tidak bisa seenaknya membuat puisi tampa memperhatikan apakah kata-kata yang kita gunakan itu sudah indah atau belum.

Senin, 03 Februari 2014

Cara membuat kue combro





bahasa inggris

how to make cake combro

Combro or sometimes called comro or GEMET is a typical food of West Java. Are made of grated cassava combro formed round the inside is filled with oncom sauce then fried, because that is named combro which is short for oncom in jero (Sundanese language (but not comro combro its traditional name), meaning:
oncom inside, as well as with GEMET is short dage dage saemet means in which mean more or less the same.
food is more delicious eaten while still warm.

Material made combro:
- 750 grams of cassava, grated
- 100 grams of steamed potatoes, mashed
- 1 teaspoon salt
- 1 leek, thinly sliced
- To taste oil for frying

Materials for the content:
- 300 grams oncom, destroy
- 1 leek, thinly sliced
- 3/4 teaspoon salt

Spices:
- 5 spring onions
- 2 cloves garlic
- 3 pieces of red chilli
- 2 pieces of cayenne pepper
- 3 cm kencur

How to make:
- Stir grated cassava, potatoes finely and salt, then enter the sliced ​​scallions
- Heat 2 tablespoons oil and saute until fragrant spice
- Input oncom stir until cooked. Add onion stir until smooth
- Take cassava dough and flatten earlier give oncom contents. Round back and fry until cooked.
- Serve more delicious when ripe.

bahasa indonesia

Combro atau kadang disebut comro atau gemet merupakan makanan khas dari Jawa Barat. Combro terbuat dari parutan singkong yang dibentuk bulat yang bagian dalamnya diisi dengan sambal oncom kemudian digoreng, karena itulah dinamai combro yang merupakan kependekan dari oncom di jero (bahasa Sunda (Namun nama tradisionalnya combro bukan comro), artinya: oncom di dalam, begitu juga halnya dengan gemet merupakan kependekan dari dage saemet artinya dage di dalam yang artinya kurang lebih sama. Makanan ini lebih enak disantap saat masih hangat.


Bahan membuat combro :
-- 750 gram singkong, parut
-- 100 gram kentang kukus, haluskan
-- 1 sendok teh garam
-- 1 batang daun bawang, iris halus
-- minyak secukupnya untuk menggoreng

Bahan untuk isi :
-- 300 gram oncom, hancurkan
-- 1 batang daun bawang, iris halus
-- 3/4 sendok teh garam

Bumbu halus :
-- 5 siung bawang merah
-- 2 siung bawang putih
-- 3 buah cabai merah
-- 2 buah cabai rawit
-- 3 cm kencur

Cara membuat :
-- aduk singkong parut, kentang halus dan garam, lalu masukkan daun bawang iris
-- panaskan 2 sendok makan minyak goreng lalu tumis bumbu sampai harum
-- masukan oncom aduk sampai matang. Tambahkan bawang aduk sampai rata
-- ambil adonan singkong tadi pipihkan dan beri isi oncom. Bulatkan kembali lalu goreng sampai matang.
-- lebih enak sajikan saat matang.


Rabu, 29 Januari 2014

Food




understanding of food

everyone needs to eat and drink so that the person can maintain his life. so, instead of orng live to eat and drink, but once again, people eat and drink for memperyahankan survival and develop himself through his descendants to come.

offspring that will come insha allah healthy body healthy when people are down. whereas every onggota family health in particular, depends completely on the quality and the extent of eating drinking every day. God created the world. God created the animals and plants in the world. God created this world as well as appropriate food-insufficient material for the survival of all living things. then everything that exists in nature, which can be in the eating, so-called food. according to its origin, groceries can be divided into:

- Food ingredients derived from plants (vegetable). - Foodstuffs of animal origin (animal). - Food ingredients derived from minerals (minerals). - Artificial food ingredients (synthesis).

in the foodstuffs are substances called nutrients. nutrients that are essential in sufficient quantities, so that people always sehat.adapun is healthy is not merely the absence of disease, disability, and abnormalities, but a healthy body, healthy spiritually, and socially healthy.

 people realize that her life also in the midst of society. and realize that life is not alone, but always in touch with other people. always participate pliers solve problems occurred in the community where he lives. it was called a social healthy. otherwise people always live alone, and the world thought the world bergaulnya limited to its interests, not in the least want to come and think of social interest, either normally or material, then such a person is said that unhealthy social.

 Let us return to the nutrients. people who met their need for zar-substances that need, then that person will be healthy physically and spiritually. then that person will be able to work, learn and think well. all limbs will grow properly.

The above has been explained that everything in nature can be in the eating, so-called foodstuffs. foods or breakfast dish patterns Indonesian people is considered complete, when the dish was composed of: staple foods, side dishes, vegetables, and fruits.

1.1 DIFFERENT KINDS OF FOOD INGREDIENTS A. FOOD COST

       staple foods and other foods with a group of staple foods such by the community has been regarded as a staple food that can create a sense of fullness and can provide energy (calories). as a source of energy, can be likened to a staple food or premium fuel for running cars. without fuel, a Nobil could not walk. clear, that the role or function poko food for someone is to give power or strength. basic materials as a source of energy, there are many in our country. can be mentioned, for example: rice, corn, sago, wheat, canthel, manioc, or cassava, sweet potatoes, gembili, suwek, bananas, taro, potato, purse, and so on. let talk about part of it.

1) RICE

based on the occurrence of a grain of rice, can be known mashed rice and milled rice. mashed rice better than milled rice, because the rice membrane (which contains vitamin B), not much is lost. Another case with milled rice. in order to look clean and attractive, mashed rice (mashing with dimples), then mashed again (pounding with a mortar). membrane, which in turn is useful for growing rice our bodies apart into dirt. does not come with rice.

2) corn

foodstuffs can be replaced as a substitute for rice. although the content of vitamin A in it less. This shortfall can be closed with side dishes was multiplied. eg: tofu / tempeh, meat and so on. different from corn grain rice directly in mashed or milled, the result is a rice corn. young corn can be made of vegetables or can be boiled and added a little salt and it tastes delicious.

3) sago

This sago contains a lot of carbohydrates. protein and vitamin B but very little.

4) wheat wheat can also be used as a staple food, as well as a staple food, wheat also process into bread.

 B. complementary to eat rice

side dishes and other foods with a bunch of side dishes this golingab, already considered sabagai friend rice. side dishes-this side dish will add to the state, as long as its the right process. side dishes should be chosen which jandungan much protein (protein = albumen).

type of animal side dishes

side dishes of many kinds of animal types. also a higher nutritional value compared with the protein contained in the type of vegetable side dishes. some examples:

1) meat

derived from farm animals such as cattle, buffalo, goats, sheep, pigs. and others. There are also meat of poultry such as chickens, geese, and a variety of birds.

2) fish

as the material side dishes, fish are not a lot of fat, but rich in vitamins A and D. There are two kinds of fish known that freshwater fish (river) and saltwater fish (sea).




Senin, 27 Januari 2014

about my life




27-01-2014
hi all my name Bahry syah, I currently live in the great banjo craftsman unit2 onions Lampung Indonesia.

I was the first child of the couple Shah Budin and Charles cider.

My dream in life is not much, just want a simple life, but all in a state of economic sufficiency in terms of physical and material that is enough that is given by God tnrhadap my life.

And I want to be able to travel around the world such as, new york, hollywood, english, los angeles, washinton dc, Korea, Japan, Saudi Arabia, and the Hajj and Umrah, new york to feel the atmosphere there, Washington, DC, to see and felt that he was a city of education.

To which he said there is a dutch windmill his country, which must be enjoyed and felt around the world. When talking about dreams it wrote first mate.

I was born from a poor family, but I am still thankful because I can understand the meaning of a happy life in keserhanaan. I stepped from the age grade 5 elementary school, I've learned to live independently in a way that the money I sold newspapers used to finance selolah.

I am here and there along the path on foot and offers newspapers to every person I meet along the way, until finally I was selling newspapers has been sold.

I sold newspapers to sit on the bench 10 high schools. Then in grade 11 high school, I started to attend school while selling services. Ie parking services which is owned by my parents until I finish school.

Perhaps the story of my life does not mean anything but my intention to write that ever happened in my life.


Continuation of the story
Date: 28-01-2014
This evening I want to continue the story above about the sad story that I experienced.

father and my mother were married at a very young age about a dozen years, who do not understand what the meaning of a marriage and a family. At that time my age is still small and do not understand what's what, a quarrel between my mother and father, and they both split up and I was taken by my father, from that moment I was not living with my mother again and has come a woman younger than my father and they were married and from that moment I call its the woman's mother who also has had two boys and girls. I feel the suffering of these families only the father is still in my blood. father who always scolded and beat me every little mistake.

Luggage wants to scold and beat me, if you again angry father most certainly talking about right and what I did was wrong is never right while my stepmother just did not want to say anything to defend or protect me from the wrath of the father. But going on whether again it all has become destiny in life that I live.

From experience I can conclude the importance of maintaining the home on the meaning of life because otherwise the child will be the victim and the importance of considering the appropriate age for marriage

Thank you for reading about my life.

Completed