Tampilkan postingan dengan label kumpulan puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kumpulan puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Februari 2014

Puisi pak guru

Kala mentari muncul
Kau kayuh sepeda tuamu
Menempuh jalan yang berliku
Mengejar ketepatan waktu

Kala mentari menyengat kulit
Kau kayuh sepeda tuamu
Lapar dahaga menjadi satu
Tapi tak kau hiraukan hal itu
Demi anak didik lebih maju

Itulah pengapdianmu
Wahai bapak guruku
Jasa-jasamu yang luhur itu
Tak dapat kulupakan
Sepanjang hidupku

Karya: ashadi
Dikutip dari gatotkaca, 20 nopember 1981

Selasa, 18 Februari 2014

Diponerogo

Dimana pembangunan ini
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuap menanti
Tak gentar lawan banyaknya seratus sekali
Pedang di kanan keris di kiri
Berselampang semangat yabg tak bisa mati

Maju
Ini barisan tak bergenderang berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu
Sekali berarti
Sudah itu mati
Maju
Bagimu negeri
Menyediakan api
Punah diatas menghambah
Binasa di atas ditinda
Sungguhpun dalam ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Maju
Serbu
Serang
Terjang

Karya: khairul anwar
Sumber kerikil tajam

Translate inggris

Where this development
Mr. alive again
And the embers into flame amazed

In front of all awaits tuap
Undaunted many hundred opponents once
Sword in right dagger on the left
Berselampang yabg spirit can not die

Advanced
This sequence was bergenderang berpalu
Confidence invaded mark
All means
Already was dead
Advanced
For you country
Provide fire
Extinct above menghambah
Perish above ditinda
Even though the new death reached
If life must be tasted
Advanced
Advanced
Assault
Attack
Lunge

Works: Khairul Anwar
Sources sharp gravel

Ratapan anak yatim

Kala semuanya berangkat ke sekolah
Dia duduk termenung sendiri
Dalam hati dia bertanya
Mengapa hidupku seperti ini?

Kian lama sang ayah tlah tiada
Ibunya pun sudah renta
Tiap pagi dia bekerja
Mencari nafkah penyambung nywa

Anak sekecil itu
Tidak lagi bisa menikmati waktu
Hari-hari dia jalani
Penuh dengan penderitaan diri

Tuhan ....
Panjatnya dalam sebuah doa
Mengapa aku tak bisa seperti mereka
Mengapa keburu kau panggil ayah

Karya: ipin as

Translate inggris

When everything went to school
He sat pensively alone
Inwardly he asked
Why is my life like this?

Wherever father growing old nothing
Her mother was already frail
Every morning he works
Seeking a living connective nywa

Young boy
No longer able to enjoy time
The days he lived
Full of suffering self

God ....
Panjatnya in a prayer
Why I can not like them
Why do you call father hurried

Works: ipin as

Cita-cita

Aku ingin jadi orang berguna
Belajar dengan penuh setia
Belajar dengan sekuat tenaga
Berjuanh sekuat-kuatnya

Aku ingin jadi orang budiman
Berbica dengan lemah lembut
Bersikap dengan sopan santun
Bergaul dengan ramah tamah

Aku ingin jadi orang mulia
Berjasa pada bangsa dan negara
Barbakti pada ibu dan bapak
Bertakwa kepada tuhan yang maha esa

Dikutip dari: bahasa indonesia 4b, depdikbud.

Hayatilah sayang

Hayati, rasa serta renungkan
Duka mahapedih sedalam samudra
Oleh gelombang tsunami yang gemuruh menerjang
Yang merenggut memporak-porandakan segalanya

Semoga, dengan semua itu
Terketuklah pintu hatimu
Untuk ikhlas berbagi
Menyantuni
Merawat dan merengkuh penuh kasih sayang
Mereka yang kini melunta
Seraya engkau pun merasa perlu berpuasa
Dari menempuh hidup hidup sekedar berhura-hura

Berbahagialah kita
Yang mampu mengambil hikmah
Atas musibah
Yang datang melanda

Karya: yant mujiyanto
Dikutip dari: indonesia mebangis, 2005

Tahajud

Di malam yang hening dan sepi
Aku terbangun seorang diri
Kuambil air wudu untuk bersuci
Aku ingin menghadap sang ilahi

Ya, alloh...
Kuharapkan diriku yang hina ini
Kuserahkan hidup dan matiku
Kuserahkan kepada-Mu
Kuserahkan kepada kehendak-Mu

Ya, alloh...
Berilah aku kekuatan iman
Berilah aku ketabahan
Berilah aku kemudahan jalan
Untuk menghadapi masa depan penuh harapan

Karya: anindhiya ulhaq
Dikutip dari: bahasa indonesia kelas 4

Sahabatku

Papa,
Sebelum pesta berlangsung
Izinkan aku menengok ke belakang
Di sana sahabatku yang miskin
Hidup dengan berjualan koran

Papa,
Dia teman sekelasku
Juga lulus dalam ujian
Nilainya yang tinggi
Sangat kusayangkan

Kini
Aku minta kesediaan papa
Menyerahkan biaya pestaku
Untuk meringankan ongkos
Masuk sahabatku si SMA

Sumber: antologi puisi indonesia
Modern anak-anak, 2003

Surat dari ibu

Pergi ke dunia luas, anakku sayang
Pergi ke hidup bebas!
Selama angin masih angin buritan
Dan matahari pagi menyinar daun-daunan
Dalam rimba dan padang hijau

Pergi ke laut lepas, anakku sayang
Pergi ke alam bebas
Semala hari belum petang
Dan warna senja belum kemerah-merahan
Menutup pintu waktu lampau

Jika bayangan telah pudar
Dan elang laut pulang ke sarang
Angin bertiup ke benua
Tiang-tiang akan kering sendiri
Dan nahkoda sudah tahu pedoman,
Boleh engkau datang padaku!

Kembali pulang, anakku sayang
Kembali ke balik malam!
Jika kapalmu telah rapat ke tepi
Kita akan bercerita
"tentang cinta dan hidupmu pagi hari"

Karya: asrul sani
Dikutip dari: bahasa indonesia kelas 5A SPK.